Pizaro Gozali İdrus
25 Juni 2018•Update: 26 Juni 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Jepang dan Indonesia berkomitmen untuk memperkuat dukungan pembangunan ekonomi di Palestina.
Komitmen tersebut menjadi pembahasan dalam dialog strategis ke-6 Indonesia-Jepang antara Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, Senin di Jakarta.
“Mr. Kono menekankan pentingnya melanjutkan peningkatan dan pengembangan kapasitas untuk mendukung Palestina di bawah kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular,” ujar Menteri Retno dalam konferensi pers bersama Taro Kono usai dialog.
Menteri Retno menegaskan persoalan pembangunan Palestina akan menjadi pembahasan dalam konferensi Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD) di Bangkok, Selasa mendatang.
Pertemuan tingkat menteri ini digelar untuk melakukan koordinasi dan efektivitas pemberian bantuan kepada Palestina dari negara-negara Asia Timur, khususnya dalam bidang peningkatan kapasitas.
“Saya dan Menteri Kono akan hadir langsung di Bangkok,” jelas Menteri Retno.
CEAPAD diprakarsai Jepang pada 2013 sebagai forum negara-negara Asia Timur dan organisasi internasional untuk mengkoordinasikan berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta kerja sama bantuan dengan Palestina dalam upaya peningkatan pembangunan di negara tersebut.
Dalam hal ini, CEAPAD dianggap telah memainkan peran yang bermanfaat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai perdamaian abadi di Palestina dalam kerangka solusi dua negara.
Dalam pertemuan CEAPAD ke-3 di Bangkok nanti, sebanyak 11 menteri luar negeri dari negara-negara Asia Timur dan Timur Tengah akan hadir.
Mereka antara lain menteri luar negeri dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Jepang, Mesir, Republik Korea, Singapura, Thailand, Vietnam, Yordania, dan tuan rumah Thailand.