Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Dalam pertemuan Organization of Islamic Cooperation Contact Group (OIC-CG) on Rohingya di New York, Rabu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta negara anggota OKI yakin pemerintah Myanmar mampu atasi krisis Rohingya.
“Indonesia menegaskan pentingnya masyarakat internasional, termasuk negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membangun rasa saling percaya dengan Pemerintah Myanmar,” ujar Retno, Rabu.
Dengan begitu, kata dia, kepercayaan terhadap komunitas Internasional untuk dapat bekerja sama dengan Pemerintah Myanmar dalam menyelesaikan isu di Rakhine State akan meningkat.
Retno menambahkan, prioritas bagi Indonesia saat ini adalah untuk memastikan agar bantuan kemanusiaan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang etnis atau agama.
Dia menyebut, sudah delapan pesawat bantuan kemanusiaan Indonesia yang diterbangkan untuk membantu pengungsi Rohingya di Bangladesh.
"Indonesia juga mendorong masyarakat internasional untuk melakukan lebih, guna membantu pengungsi di perbatasan Bangladesh," lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menyampaikan kembali proposal Formula 4+1 untuk membantu menyelesaikan masalah di Rakhine State.
Pertemuan OIC-CG on Rohingya dihadiri oleh beberapa pemimpin negara antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Iran Hassan Rouhani, PM Bangladesh Hasina Wajed, PM Pakistan Shahid Khaqan Abbasi, dan Wapres Indonesia Jusuf Kalla.
OIC Contact Group Meeting on Rohingya Muslim Minority in Myanmar dibentuk pada KTT Luar Biasa OKI ke-4 di Mekkah, pada bulan Agustus 2012. Dengan tujuan utama pembentukannya adalah untuk mendorong keterlibatan dan partisipasi OKI pada isu Rohingya.
Contact Group ini, menurut Menteri Retno, memiliki mandat untuk membahas cara, sarana, serta mekanisme untuk menjamin dan mencegah pelanggaran HAM atas kelompok Muslim Rohingya dan pengembalian hak kewarnegaraannya.
news_share_descriptionsubscription_contact


