01 Desember 2017•Update: 02 Desember 2017
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan korban akibat badai siklon di Pacitan terus bertambah.
Hingga hari ini jumlah korban meninggal sebanyak 20 orang, yakni 14 korban longsor dan 6 korban banjir.
Dari 20 korban meninggal, 11 korban sudah ditemukan dan 9 korban masih dalam pencarian.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pendataan masih terus dilakukan karena belum semua lokasi dapat dijangkau.
“Upaya pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan dampak banjir dan longsor masih dilakukan,” ujar Sutopo.
Sutopo juga mengatakan Bupati Pacitan telah menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari hingga 4 Desember.
Saat ini sebagian besar banjir telah surut menyisakan lumpur dan material yang terbawa banjir. Akses menuju Pacitan dari Wonogiri sudah dapat dilalui.
Meski begitu, alat berat belum dapat menjangkau lokasi longsor. “Listrik sudah menyala kecuali di daerah yang masih terdapat genangan dan longsor,” jelas dia.
BNPB mencatat beberapa daerah yang terjadi banjir dan longsor di 7 kecamatan di Pacitan belum pulih semuanya, yaitu di Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Pacitan, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Nawangan, Kecamatan Arjosari, dan Kecamatan Ngadirojo.