Megiza Soeharto Asmail
26 Maret 2018•Update: 27 Maret 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI lebih mendekatkan diri ke masyarakat dengan memperbanyak sosialisasi.
JK – sapaan akrab Kalla – menilai hal itu penting dilakukan untuk pengelola Perpusnas mengingat cara membaca buku masyarakat yang mulai berubah.
“Sekarang dunia berubah dalam bentuk kecepatan. Karena kecepatan dengan ilmu tidak bisa dipisahkan lagi. Maka itu, kalau dulu perpustakaan menunggu orang datang untuk meminjam buku, sekarang harus mendekatkan ke orang untuk meminjam buku,” kata JK di Jakarta, Senin.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan dan Peluncuran Perpustakaan Digital Wapres di Gedung Perpustakaan Nasional itu, JK berujar, bentuk mendekatkan diri ke masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai cara.
Mulai dari bekerja sama dengan perusahaan untuk membuat CSR (Company Social Responsibilities) dalam membuka perpustakaan di mal, hingga berkolaborasi dengan perusahaan layanan antar jemput.
“Sekarang antar makanan bisa melalui sistem. Perpustakaan juga, katakanlah, bisa kerja sama dengan Go-Jek,” sebut dia.
Dalam kesempatan itu, JK menegaskan bahwa keberhasilan perpustakaan tidak bisa hanya diukur dalam ukuran gedung yang besar. Diketahui, Perpusnas RI sempat digadang sebagai perpustakaan terbesar karena menyebar koleksi buku-buku di 27 lantainya.
“Bukan karena besar gedungnya, atau banyak bukunya. Tapi [perpustakaan yang bukunya] tidak dipinjam dan tidak dibaca, itu namanya gagal,” imbuh JK.
JK menganjurkan, selain mendekatkan diri ke masyarakat, mengundang sekolah-sekolah dan mengadakan tur di dalam Perpustakaan Nasional juga dapat menjadi cara untuk mensosialisasikan keberadaan perpustakaan.
“Kalau perlu sekolah-sekolah diundang, dibawa tur ke sini. Seminar-seminar anak muda dibuat di sini. Diperlihatkan bagaimana caranya meminjam buku,” kata JK.