Muhammad Nazarudin Latief
02 April 2018•Update: 03 April 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2018 naik 17,36 persen dibanding Februari 2017, yaitu dari 1,02 juta kunjungan menjadi 1,20 juta kunjungan.
Secara kumulatif, kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari-Februari 2018 sebanyak 2,3 juta kunjungan, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,1 juta kunjungan atau naik 8 persen.
Kepala BPS Suhariyanto saat melaporkan “Inflasi Bulanan” di Jakarta, Senin, mengatakan wisman paling banyak datang dari Tiongkok (17,85 persen), disusul Malaysia (17,14 persen), lalu Singapura (10,42 persen), Timor Leste (10,31 persen) dan Australia (6,63 persen).
“Kunjungan wisman ke Indonesia lewat pintu udara pada Februari 2018 mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar dia.
Kunjungan wisman ini, sebut Suhariyanto, terjadi di delapan pintu udara. Kenaikan kedatangan wisman tertinggi tercatat di Bandara Supadio di Kalimantan Barat yang mencapai 276,36 persen.
Berikutnya Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara sebesar 109,63 persen, dan Bandara Juanda di Jawa Timur sebanyak 92,48 persen. Kenaikan terendah terjadi di Bandara Soekarno-Hatta di Banten sebesar 5,24 persen.
Menurut Suhariyanto, juga tercatat penurunan kunjungan dari beberapa pintu masuk udara. Persentase penurunan paling tinggi terjadi di Bandara Internasional Lombok di Nusa Tenggara Barat sebesar 33,90 persen, dan penurunan paling rendah terjadi di Bandara Ngurah Rai di Bali sebesar 0,97 persen.
Para wisatawan itu rata-rata menginap di hotel klasifikasi bintang selama 1,92 hari.
“Kenaikan wisman semakin menggembirakan, dari tahun ke tahun semakin bagus,” ujar dia.
Wisman menginap paling lama di Bali, dengan rata-rata 3,17 hari. Setelah itu Papua Barat, dengan rata-rata 2,14 hari.
Sedangkan rata-rata lama menginap tamu paling pendek ada di Provinsi Kalimantan Utara yakni selama 1,18 hari.