İqbal Musyaffa
19 Desember 2018•Update: 19 Desember 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Masyarakat terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dalam keterangan resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rabu, pemerintah telah menyelesaikan 136 dari total 699 unit huntara bagi korban bencana gempa bumi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.
Salah satu huntara yang rampung dan mulai ditempati adalah huntara Silae di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu oleh sebanyak 29 kepala keluarga (KK).
Peresmian penghunian pertama dilakukan bersama oleh Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Hidayat Lamakarate, dan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo pada Senin lalu.
Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan bahwa di Kelurahan Silae sudah berdiri 10 unit huntara yang setiap unit terdiri atas 12 bilik dan setiap bilik ditempati satu KK. Tiap bilik dapat menampung sampai lima anggota keluarga.
“Ini yang pertama kita lakukan pemindahan pengungsi dari selter pengungsian ke huntara sebanyak 29 KK dulu sambil kita mengevaluasi melalui respons pengungsi yang menempati huntara itu,” kata Arie.
Huntara di lokasi tersebut menurut Arie, dilengkapi sejumlah fasilitas seperti MCK umum, lampu penerangan, dan tempat penampungan air bersih.
“Dalam tiap bilik juga dilengkapi kasur, kompor gas, dan beras lima liter bagi penghuni yang disediakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos),” tambah Arie.
Pembangunan 699 unit huntara ujar dia, ditargetkan rampung pada akhir Desember 2018.
, Pembangunan huntara tersebar di Kota Palu (288 unit), Kabupaten Sigi (233 unit), dan Kabupaten Donggala (188 unit).
“Jumlah ini merupakan pembangunan tahap I dari total 1.200 huntara yang akan dibangun Kementerian PUPR,” kata Arie.
Untuk pembangunan huntara sisanya masih menunggu kesiapan lahan dari Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota, tambah dia.
Selain huntara, Arie mengatakan tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) di 4 lokasi yakni di Kelurahan Duyu, Petobo dan Tondo di Kota Palu dan Kelurahan Pombewe di Kabupaten Sigi.
Penetapan lokasi huntap menurut Arie, akan mengacu pada masterplan yang tengah disusun oleh Kementerian PUPR bersama Kementerian/Lembaga lainnya sehingga pembangunan kawasan permukiman relokasi korban bencana tangguh bencana sesuai dengan prinsip Build Back Better.