Erric Permana
BATAM
Batam sudah kadung lekat sebagai surga barang-barang mewah dari luar negeri. Alat-alat elektronik – yang paling dicari adalah telepon seluler seri paling mutakhir – hingga mobil mewah bisa didapat dengan harga lebih miring di salah satu kota di Provinsi Kepulauan Riau ini.
Harga barang-barang memang jadi lebih murah di Batam karena statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone) seperti ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007.
Selama 70 tahun sejak peraturan itu ditetapkan, Batam menjadi kawasan yang berada di wilayah hukum Indonesia namun terpisah dari daerah pabean. Dia bebas dari pengenaan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Cukai. Maka wajar saja jika harga barang-barang dengan garansi resmi bisa lebih murah 10 hingga 15 persen dari daerah lain di Indonesia.
Di sisi lain, Batam juga terkenal dengan industri olahan serta manufaktur. Industri, bahkan menjadi penyumbang perekonomian nomor satu di pulau yang hanya berjarak 45 kilometer dari Negeri Singa ini
Pada 2017, industri pengolahan menyumbang 38 persen pertumbuhan ekonomi Batam. Tapi sayang, meski masih menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi, industri di Batam sedang lesu.
Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) Purnomo Ardiantono mengungkap, sepanjang Januari hingga Oktober ini setidaknya 30 industri di Batam gulung tikar.
Sebagai pengelola, BP Batam mau tak mau harus putar otak. Akhir tahun ini, Batam mulai melirik sektor pemasok kocek yang selama ini terlupa: pariwisata.
“Dengan industri yang turun, pariwisata lah yang bisa meningkatkan perekonomian. Caranya menggenjot wisatawan asing ke kota Batam,” kata Purnomo.
Batam pun mulai berbenah. Sejumlah agenda pariwisata untuk menarik wisatawan asing mulai dirancang. Salah satunya Batam International Culture Carnival yang menampilkan parade penari dengan kostum pada 17 Desember lalu.
Tempat singgah
Di atas kertas, Batam punya potensi untuk menjadi objek pariwisata. Namun di lapangan, tak semudah itu membalik imej Batam sebagai kota industri menjadi ramah turis.
Karena jaraknya yang dekat dengan Singapura, Batam memang sering dikunjungi oleh warga seberang. Namun, kata Purnomo, durasi kunjungan para turis asing itu hanya sebentar.
Kebanyakan wisatawan asing yang masuk ke Batam itu berasal dari Tiongkok, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Wisatawan lokal juga tak pernah singgah lama di Batam.
“Singgah di Batam kemudian transit untuk misalnya menuju ke Bali, Manado, atau kota wisata lainnya,” tambah dia.
Kepala Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Gusti Raizal Eka Putra mengamini. Raizal mencatat, kontribusi Batam di sektor pariwisata masih sangat rendah.
Di Batam, sebut Raizal, pemasukan dari sektor wisata hanya dari akomodasi, makanan, dan minuman.
“Penerbangan domestik masih rendah, transportasi masih rendah. Pemasukan dari belanja hanya 6 persen,” kata Raizal.
Secara total, pariwisata hanya menyumbang 2,4 persen dalam pertumbuhan ekonomi Batam.
“Padahal daerah lain bisa mencapai 20-an persen. Kita kalah dari mereka,” sebut Raizal.
Pemerintah Kota Bata dan BP Batam, sebut Raizal lagi, harus meningkatkan strategi wisata serta memperbaiki beberapa permasalahan krusial seperti terbatasnya SDM dan infrastruktur di bidang pariwisata.
“Promosi wisata juga belum dikembangkan. Kalau bisa, event kita tata dari awal. Promosi melalui digital,” saran dia.
Namun Purnomo tak patah arang. Dia mengaku optimis menyambut kedatangan hingga 1,6 juta turis mancanegara tahun ini. Meski, angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan di awal tahun, yakni 2,2 juta orang.
Tahun-tahun mendatang, Batam harus mengubah wajah. Dalam rencana jangka panjang pariwisata Kota Batam, Purnomo menyebut ingin menjadi tuan rumah bagi acara-acara berkelas dunia.
“Melakukan kerja sama dengan Grand Prix dan Formula One,” dia memisalkan.
Jika semua rencana ini berjalan mulus, Purnomo yakin pariwisata bisa masuk menjadi salah satu sektor yang memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi Batam.
news_share_descriptionsubscription_contact

