Meryem Goktas
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki pada Minggu mengritik Perdana Menteri Israel terkait cuitannya yang menyerang Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Dalam akun twitter resminya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menulis: "Penjajah yang menendang orang hingga jatuh itu mudah sekali merasa tersinggung: @netanyahu adalah pembunuh berdarah dingin pada era modern, yang bertanggung jawab atas pembantaian ribuan warga Palestina yang tidak berdosa, membom anak-anak di lepas pantai.
"Turki tidak akan pernah berhenti mengungkap kebenaran," tambah dia.
Benjamin Netanyahu lewat akun twitternya pada Minggu menyerang presiden Turki terkait operasi kontra-terorisme Ankara dan persoalan Siprus.
"Dituduh melakukan penipuan lewat investigasi yang dilakukan di Israel, Benjamin Netanyahu sedang mencoba memanipulasi komunitas internasional," ujar juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Omer Celik dalam cuitannya.
Celik mengatakan bahwa Netanyahu "terusik" dengan ucapan Erdogan mengenai kemanusiaan dan orang-orang tertindas.
Celik menekankan bahwa Turki akan terus bersuara melawan ketidakadilan Israel terhadap warga Palestina dan tindakan Israel yang melawan hukum internasional.
"Ini berarti Netanyahu merasa terganggu terhadap operasi angkatan darat Turki dan pasukan keamanan melawan PKK, yang melakukan teror terhadap warga sipil kami dan warga Suriah, baik wanita maupun anak-anak," ujar Celik.
Dalam kampanye teror mereka selama lebih dari 30 tahun melawan Turki, PKK -- yang terdaftar senagai organisasi teror oleh AS dan UE -- telah bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 40.000 orang Turki.
Juru bicara presiden Ibrahim Kalin juga merespons pernyataan Benjamin Netanyahu.
"Alih-alih meminta Presiden Erdogan untuk tak berbicara kebenaran, @netanyahu seharusnya mengakhiri penjajahan atas tanah warga Palestina dan penindasan yang brutal atas warga Palestina.
"Menyerang Erdogan atau menggunakan Kurdi sebagai kepingan politik tidak akan menyelamatkan dirinya dari persoalan dalam negeri," cuit Kalin.