26 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Organisasi negara pantai The Malacca-Singapore Strait Electronic Navigational Chart (MSS ENC) menyepakati perlunya pemutakhiran data dan informasi mengenai hidro-oseanografi sepanjang Selat Malaka dan Selat Singapura.
Kesepakatan ini berdasarkan pertemuan MSS-ENC yang digelar 24-26 Juli 2017 di Tanjung Priok, Jakarta.
“Pemutakhiran data dan informasi ini penting demi menjamin keselamatan pelayaran di perairan Selat Singapura dan Malaka,” ujar Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, yang mewakili Indonesia, Selasa.
Kerja sama ini melibatkan Pushidrosal TNI, Pusat Hidrografi Nasional (Malaysia) dan Maritime Port Authority (Singapura), serta Japan Hydrographic Assosiation sebagai distributor MSS ENC.
Sebagai jalur lalu lintas pelayaran internasional, Selat Malaka dan Selat Singapura menjadi salah satu jalur tersibuk dengan lebih dari 80.000 kapal setiap tahun. Oleh karena itu, peran lembaga hidrografi negara pantai menjadi penting sebagai penyedia peta laut dan electronic navigational chart.
“Tiga negara yang berada di wilayah perairan tersebut memiliki kewajiban untuk memberi jaminan keselamatan bernavigasi bagi kapal-kapal dengan menyediakan peta laut dan ENC yang selalu diperbaharui,” ujar Harjo.
Pertemuan tersebut juga memaparkan laporan meningkatnya penjualan produk ENC di kedua selat ketimbang 2015 lalu. Terlebih International Maritime Organization (IMO) mewajibkan kapal dengan bobot tertentu untuk menggunakan Electronic Charts Display and Information System (ECDIS) mulai Juli 2018 mendatang.
Harjo berharap kerjasama produksi dan distribusi ENC terus dilakukan dengan tetap memperhitungkan aspek keselamatan bernavigasi dan keamanan negara.
Pertemuan MSS ENC berikutnya akan digelar di Beijing, Tiongkok, Maret 2018.