09 Agustus 2017•Update: 09 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pancasila merupakan ideologi negara yang sudah menjadi kesepakatan bersama sejak awal kemerdekaan, termasuk dengan para tokoh Islam. Oleh karena itu, Islam dan pancasila bukan untuk dibenturkan, melainkan saling menguatkan.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqi, Rabu di Jakarta. Pendapat tersebut sekaligus menanggapi pembubaran organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 2 tahun 2017.
Islam salah satu komponen dominan di Indonesia dalam menghadapi penjajah. Setelah kemerdekaan, Islam turut merumuskan konstitusi dan dasar negara yang menjadi kesepakatan bersama.
“Islam jangan mau dibenturkan dengan Pancasila karena Islam di Indonesia yang juga melahirkan Pancasila. Begitupun dengan demokrasi. Islam tidak menolak demokrasi dan bahkan Islam sangat demokratis,” ujarnya.
Salah satu contohnya, Nabi Muhammad selalu bermusyawarah dengan para sahabat sebelum mengambil keputusan. “Itu juga contoh dari sila keempat Pancasila yang mengutamakan musyawarah,” jelasnya.
Dengan dibubarkannya ormas HTI yang memiliki agenda mendirikan khilafah di Indonesia, Jimly berharap negara dapat mengambil peran mengembalikan jalan pemikiran mantan anggota HTI kepada Pancasila.
“Mantan anggota HTI jangan diperlakukan berlebihan seperti halnya para anggota PKI (Partai Komunis Indonesia) terdahulu. Perlakukan sewajarnya karena mereka juga korban salah pemikiran terkait khilafah,” ucap dia.
Terkait ketidakpuasan sejumlah kalangan terhadap Pancasila, menurutnya merupakan hal yang wajar. Namun satu hal yang pasti, Pancasila merupakan hasil kesepakatan final dan bersama sebagaimana undang-undang dasar, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Jimly mengungkapkan, pada masa kerasulan, pernah terjadi perjanjian Hudaibiyah yang melahirkan Piagam Madinah. Piagam itu mengatur hubungan Islam dan Yahudi guna menjaga stabilitas masyarakat Madinah.
Rasulullah memerintahkan kaum muslim menaati piagam tersebut yang merupakan hasil kesepakatan bersama. Bahkan, Rasul pernah menghukum kaum muslim yang melanggar kesepakatan.
“Pancasila juga kurang lebih sama seperti Piagam Madinah. Dalam Islam juga ada kewajiban untuk menaati Allah, Rasulullah, dan para pemimpin. Pancasila merupakan hasil kesepakatan para pemimpin yang juga harus ditaati.”