Chandni
22 Desember 2017•Update: 23 Desember 2017
Melike Kinaci
KONYA, Turkey
Turki tetap menjadi negara yang menampung jumlah terbesar pengungsi selama tiga tahun berturut-turut, kata pejabat dari lembaga pengungsi PBB pada Kamis.
Selin Unal dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) melontarkan pernyataan itu dalam pidato mengenai pengungsi dan proses adaptasi mereka, yang diadakan di provinsi Konya, Turki.
"Selama tiga tahun belakangan ini, Turki adalah negara yang paling banyak menampung pengungsi," kata Unal. "Kebanyakan dari mereka berasal dari Suriah. Hampir 4 juta orang - tepatnya 3,7 juta orang - berada di bawah perlindungan Turki."
Dia memuji Turki yang "murah hati", khususnya sikap penduduk Turki terhadap pengungsi di negara mereka.
"Pendekatan positif ini yang ditunjukkan penduduk Turki terhadap pengungsi harus dijaga," tambahnya.
Unal menceritakan pengalamannya di Kilis, di mana terdapat 130.000 pengungsi Suriah di tengah populasi penduduk setempat yang hanya 90.000 saja.
"Proses adaptasi sosial memang susah, namun warga Kilis menerima situasi ini dan tetap bersikap baik," jelasnya.
Dibutuhkan dukungan finansial
Unal menekan pentingnya memberikan dukungan lebih bagi Turki dalam hal ini.
"PBB sedang merencanakan dukungan dana lebih untuk para pengungsi mengadakan sejumlah perundingan dengan negara-negara lain serta lembaga non-pemerintah," kata dia.
Data menunjukkan Turki mengeluarkan lebih dari USD 25 miliar dari anggaran negara untuk menampung lebih dari tiga juta pengungsi sejak konflik pertama merebak.