Shenny Fierdha Chumaira
14 November 2017•Update: 15 November 2017
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Dua pelaku pembakaran kantor Kepolisian Resor Dharmasraya, Sumatera Barat pekan lalu diduga berafiliasi dengan kelompok teroris Jemaah Ansor Daulah atau JAD.
"Dari barang bukti yang ditemukan di badan keduanya, kemungkinan mereka terkait dengan JAD," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Setyo mengatakan pihaknya masih menyelidiki semua kemungkinan, termasuk adanya pelanggaran standar prosedur pengamanan kantor polisi maupun kemungkinan apakah petugas yang sedang piket malam tertidur.
Pada Minggu sekitar pukul 02.45 waktu setempat, kedua pelaku bernama Eka Fitra (24) dan Enggria Sudarmadi (25) membakar kantor Kepolisian Resor Dharmasraya yang menghanguskan seluruh bangunan utama.
Api diduga berasal dari salah satu ruangan di bagian belakang kantor.
Ketika petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB, petugas melihat Eka dan Enggria yang disebut berpakaian serba hitam dan sedang memegang busur panah.
Keduanya melawan kepungan aparat polisi bahkan melepaskan beberapa anak panah kepada petugas sehingga petugas terpaksa menembak mati Eka dan Enggria di tempat.
Jasad keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Padang, Sumatera Barat.
Eka kemudian diketahui sebagai anak Kepala Unit Reserse Kriminal di Kepolisian Sektor Plepat, Muara Bango, Jambi, Inspektur Polisi Satu M. Nur.
Namun Eka diketahui sudah lama pergi meninggalkan rumah orangtuanya dan tidak berhubungan dengan keluarganya.