23 Agustus 2017•Update: 24 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah akan merelokasi 3 industri pertahanan milik negara ke Provinsi Lampung. Tiga industri pertahanan tersebut yaitu PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT Pindad dan PT PAL Indonesia.
“Lokasi Pindad di Bandung tempatnya kecil, sudah tidak feasible untuk industri pertahanan. Perlu direlokasi ke satu tempat yang ada lokasi pelabuhan, bandara, dan lain-lain,” ujar Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Rabu, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu.
Saat ini, Tim Aset dan Data Kementerian Pertahanan tengah memverifikasi relokasi 3 perusahaan tersebut. Seperti yang dikatakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, timnya tengah menyiapkan berapa besaran anggaran yang harus dikeluarkan, juga mencari lahan yang luas dan cocok untuk digunakan sebagai lokasi industri pertahanan.
“Kalau dapat lahan lebih dari 10.000 hektare lebih bagus. Pindad sekarang lokasinya cuma 26-40 hektare, nanti kalau direlokasi kita kasih 3.000 hektare,” katanya.
Ryamizard menengarai sekarang merupakan waktu yang tepat untuk melakukan relokasi. Pembangunan terus terjadi dan potensi penggunaan lahan terus bertambah.
“Kalau sekarang masih bisa. Kalau 5 tahun lagi tidak bisa, sudah tidak ada lahan,” ujarnya.
Pindad berlokasi di Bandung, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur. Perusahaan ini memproduksi senjata, amunisi dan kendaraan militer seperti tank.
PTDI berlokasi di Bandung. BUMN ini merupakan industri pesawat terbang pertama dan satu-satunya di Asia. Sejak 1976, perusahaan ini di antaranya telah memproduksi pesawat CN235-220, NC212 dan helikopter NAS 332 Super Puma.
Sementara PAL Indonesia memproduksi kapal perang, kapal niaga, pemeliharaan kapal militer dan non militer, juga melayani jasa pemeliharaan kapal. Berlokasi di Surabaya, perusahaan ini telah memproduksi beberapa produk, seperti kapal SSV-123 yang diekspor ke Filipina, Kapal Cepat Rudal (KCR-60), Kapal Perusak Kawal Rudal PKR-105 dan Kapal Selam ke-3 tipe DSME-209 yang saat ini sedang proses pembangunan ToT dengan Korea. Juga pembangunan kapal pembangkit listrik Powership kelas Mermaid berkapasitas 36-80 MW yang dikerjakan dengan perusahaan Karadeniz Holding asal Turki.