Shenny Fierdha Chumaira
13 November 2017•Update: 14 November 2017
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua, sudah memberikan bantuan bahan pangan atau sembako untuk dibagikan ke warga Desa Kimbely dan Desa Banti yang tengah disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam beberapa hari terakhir.
Menurut kepolisian bantuan bahan pangan tersebut diletakkan di Mapolsek Tembagapura dan kemudian perwakilan dari desa yang disandera akan ke Mapolsek untuk mengambil sembako tersebut.
"Tapi saya mendapat laporan bahwa bantuannya belum maksimal. Masih banyak makanan yang belum diambil," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Senin.
Sejak Senin pekan lalu (6/11), sebanyak 1.300 warga Desa Kimbely dan Desa Banti disandera oleh KKB yang diduga beranggotakan 20-25 orang bersenjata. Kaum pria dilarang bepergian keluar desa sementara wanita diperbolehkan untuk keluar namun hanya untuk belanja makanan.
Selain itu ada laporan kalau seorang warga bernama Martinus Waker tewas ditembak mati oleh KKB sejak dilaporkan hilang pada Selasa pekan lalu.
Setyo mengatakan bahwa keluarga Martinus telah melaporkan hal ini ke polisi setempat sebab dalam komunikasi terakhir dengan Martinus, keluarganya sempat mendengar suara tembakan dan sejak itu Martinus sudah tidak bisa dihubungi lagi.
Selain itu akses masuk ke kedua desa juga masih sulit, baik jalur darat maupun udara. Jalanan dilubangi sehingga tidak bisa dilalui, sementara dua desa itu tidak memiliki landasan untuk pesawat dan berkabut terus karena terletak di pegunungan.
Sudah DPO
Kepolisian Resor Mimika sudah menetapkan 21 pelaku aksi teror di Tembagapura dalam daftar pencarian orang (DPO) akibat diduga menembaki kendaraan dan fasilitas milik perusahaan pertambangan PT Freeport Indonesia, menembak aparat hukum dan warga sipil, kepemilikan senjata, dan sebagainya.
Ke-21 orang tersebut juga disebut telah menguasai sejumlah desa di Tembagapura, termasuk Kimbely dan Banti.
Namun belum bisa dipastikan apakah ke-21 orang ini tergabung dengan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka.
Maklumat Polisi
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar sudah mengeluarkan maklumat yang ditujukan kepada warga sipil yang memiliki senjata.
Maklumat tersebut memerintahkan agar masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, maupun menggunakan senjata api secara ilegal untuk secepatnya meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada polisi.
Mereka pun dihimbau untuk tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti pengancaman penganiayaan, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.
Maklumat ini sudah disebarkan di berbagai wilayah di Tembagapura termasuk desa-desa seperti Utikini, Kimbely, Banti, Obitawak, Arwanop, dan Singa.