31 Desember 2017•Update: 02 Januari 2018
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Minggu menekankan pentingnya mewujudkan perdamaian abadi di Suriah dengan membentuk pemerintahan baru.
"Kami telah mengambil inisiatif dengan Rusia dan Iran untuk mengakhiri perang sipil dan kekecauan di Suriah yang telah berlangsung selama 7 tahun," kata Yildirim di kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di provinsi Burdur selatan.
"Langkah selanjutnya adalah mewujudkan perdamaian abadi. Dengan kata lain, membentuk pemerintahan baru di Suriah, di mana semua kelompok yang tak terlibat terorisme dan semua kelompok etnis akan dimasukkan, dengan mempertimbangkan integritas teritorial, "kata Yildirim.
Suriah terjerembab dalam perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak keras demonstrasi pro-demokrasi.
Sejak saat itu, ratusan ribu orang terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut PBB.