31 Desember 2017•Update: 01 Januari 2018
Muhammad Nazaruddin
JAKARTA
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dalam pesan Tahun Baru-nya mengajak masyarakat untuk melakukan “jihad informasi” sebagai ekspresi beragama secara positif.
Sebagian masyarakat dalam dinamika informasi yang berkembang cepat ini, kata Menteri Lukman bisa keliru langkah dalam mengeluarkan ekspresi beragamanya. Misalnya, kehilangan nalar sehingga mudah menelan hoax dan ikut menyebarkan tanpa berpikir akibatnya.
“Itu justru perbuatan dosa yang dilarang agama,” ujar Menteri Lukman, Minggu.
Menteri Lukman mengajak masyarakat untuk menata nalar agar senantiasa berdiri di atas kebenaran dalam menyikapi berbagai informasi maupun ekspresi.
Menteri Lukman juga berpesan agar terus menjaga pengalaman nilai agama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai bangsa yang majemuk, kata Menteri Lukman, masyarakat sering menghadapi perbedaan, bahkan seakan terjadi perseteruan.
Namun, bangsa ini harus terus bersyukur karena masih menjunjung nilai-nilai agama dan sepakat menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.
Pesan berikutnya dari Menteri Lukman adalah untuk selalu menebarkan kedamaian, tidak lagi menyebar kabar yang memicu permusuhan.
Berikutnya, Menteri Lukman mengajak agar anak muda mengarahkan energinya agar menjadi positif. Energi positif meskipun kecil memiliki makna besar.
Misalnya, kata Menteri Lukman, mewakafkan diri untuk kegiatan sosial kemanusiaan, membuat konten positif atau sekadar menghapus kabar hoax dan fitnah di grup chat atau sosial media.