Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Kanada telah menolak usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menginginkan Rusia untuk bergabung kembali dengan G7.
Sebelum bertolak ke pertemuan puncak G7 di Quebec, Trump memaparkan pada para wartawan di Washington bahwa kini sudah waktunya untuk menerima kembali Rusia.
Vladimir Putin didepak dari G8 oleh anggota lain karena aneksasi Rusia di Semenanjung Krimea, dan karena dukungannya untuk gerakan separatis di timur Ukraina.
"Mengapa kita mengadakan pertemuan tanpa kehadiran Rusia dalam pertemuan itu? Mereka seharusnya membiarkan Rusia kembali karena Rusia berhak ada di meja perundingan," ujar Trump.
"Sikap kami belum berubah," kata Adam Austen, juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada.
Pada tahun 2014, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper yang menyerukan pencabutan keanggotaan Rusia dari G8 mengatakan: "Kanada akan sangat menentang kehadiran Putin di meja perundingan lagi. Akan dibutuhkan konsensus untuk menerima Rusia lagi, namun konsensus itu dipastikan tidak akan terjadi,"
Sementara itu, dukungan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte terhadap usulan Trump justru semakin memperkeruh situasi. Namun Presiden Uni Eropa Donald Trump menolak gagasan itu.
"Mari kita membiarkan G7 sebagaimana adanya sekarang. Tujuh adalah angka keberuntungan, setidaknya dalam budaya kami," tandas dia.
Tusk menghadiri pertemuan puncak G7 yang berlangsung selama dua hari, bersama dengan para pemimpin negara dari tujuh ekonomi dunia terbesar.
Kanada, AS, Inggris, Italia, Prancis, Jepang, dan Jerman adalah anggota G7 saat ini.