Orhan Onur Gemici
24 September 2017•Update: 26 September 2017
Orhan Onur Gemici
ANKARA
Pasukan keamanan Turki menyatakan telah membunuh 17 teroris PKK dalam operasi selama 24 jam. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Turki pada hari Sabtu, dikatakan bahwa pasukan keamanan baru saja melakukan operasi kontra-terorisme di provinsi-provinsi tenggara Mardin, Hakkari, Batman, Van dan Elazig.
Selama operasi satu hari penuh itu, enam teroris masing-masing di Mardin dan Elazig terbunuh, dan tiga teroris tewas di Van.
Pasukan keamanan juga memastikan membunuh satu teroris di provinsi Hakkari dan Batman. Sejumlah senjata dan pecahan amunisi juga disita dalam operasi itu.
Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan bahwa Turki dengan cepat menyingkirkan kelompok teroris PKK, Daesh, dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), yang menjadi kelompok di balik usaha kudeta tahun lalu.
Berbicara pada pertemuan kongres Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa di distrik Laut Hitam, Soylu mengatakan “Organisasi teror PKK tenggelam, tidak dapat menarik anggota baru.”
“Dalam delapan bulan pertama tahun 2016, ada 573 orang bergabung dengan organisasi teror. Dalam delapan bulan terakhir tahun 2017, saat ini jumlahnya adalah 72,” imbuhnya.
Menegaskan soal operasi kontra-teror Turki secara nasional, Soylu mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi intelijen tentang kondisi PKK sata ini.
“Melalui intelijen yang kami kumpulkan dari komunikasi nirkabel kelompok teror, kami tahu PKK saat ini berada dalam situasi yang sulit,” sebut Soylu.
“Terutama pada tahun 2017, pasukan keamanan Turki melakukan pertempuran besar di mana-mana. Sebanyak 985 tempat persembunyian dihancurkan pada 2017 sendiri. Artinya, dalam setahun terakhir ada 2.429 teroris - tidak termasuk yang berasal dari hari ini – yang terbunuh. Pertempuran ini akan kami lanjutkan dengan cara dan tekad yang sama," bebernya..
PKK -yang masuk dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, A.S. dan EU- melanjutkan kampanye bersenjata melawan Turki pada bulan Juli 2015. Sejak saat itu, mereka telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.200 personil keamanan dan warga sipil Turki.
Dilaporkan oleh Organ Genur Gemini, dituliskan oleh Merve Aydogan