03 Oktober 2017•Update: 04 Oktober 2017
Sibel Ugurlu
ISTANBUL
Turki telah berupaya keras dalam mencegah masuknya terorisme ke Eropa, kata Perdana Menteri Turki, Senin.
PM Binali Yildirim mengatakan bahwa Turki telah memegang peran penting di kawasan Timur Tengah dengan menciptakan perdamaian dan membekukan aktivitas teroris.
"Turki telah berupaya keras mencegah masuknya terorisme dari Suriah, Irak, dan Timur Tengah ke negara-negara Balkan dan Eropa," kata Yildirim.
PM juga mengatakan bahwa Turki mengeluarkan uang terbanyak untuk segala jenis ketidakstabilan di Irak, Suriah, Yerusalem, maupun Palestina.
"Namun kami berkorban agar mitra kami Eropa tidak mengeluarkan uang untuk hal tersebut," jelasnya sambil menekankan bahwa Turki juga telah mengurangi arus masuk pengungsi ke Eropa melaui Laut Aegea dan jalur darat.
Selagi kami menanti upaya-upaya tersebut untuk diakui oleh Eropa, kami merasa sedih saat mendengar hinaan, dan ketika anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan simpatisan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) justru diterima," tambahnya.
Turki menuding Fetullah Gulen yang menetap di Amerika Serikat dan FETO mendalangi percobaan kudeta pada Juli 2016, yang menyebabkan 250 orang tewas dan lebih dari 2.200 terluka.
Lebih dari 1.200 jiwa tewas, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil, sejak PKK - terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - melanjutkan kampanye bersenjata pada Juli 2015.