Pizaro Gozali İdrus
25 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Vietnam menahan pegiat HAM terkemuka saat berkunjung ke Ho Chi Minh, lansir ABC pada Jumat.
Chau Van Kham, pensiunan berusia 70 tahun, adalah pegiat demokrasi asal Vietnam yang kini menjadi warga negara Australia.
Chan yang sebelumnya seorang pengusaha kecil dari Sydney sekarang adalah pegiat HAM dan anggota kelompok pro-demokrasi bernama Viet Tan.
Phong Nguyen, teman dan juga anggota Viet Tan, mengatakan Chau mengunjungi Vietnam dalam rangka mencari fakta mengenai situasi HAM.
Chau ditahan ketika bertemu dengan seorang teman di Vietnam, Nguyen Van Vien, anggota Brotherhood for Democracy, pada 13 Januari di Ho Chi Minh City.
Pihak berwenang Vietnam mengatakan kepada istri Nguyen bahwa suaminya ditahan, namun tidak memberikan alasan bagi penahanan, kata Phong Nguyen.
"Mereka tidak mengizinkan istrinya bertemu dengan suaminya," kata Nguyen.
Keluarga Chau sudah memberitahu Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengenai kemungkinan Chau ditangkap minggu lalu, dan mendapat pemberitahuan dari DFAT bahwa mereka sedang menyelidiki kasus tersebut.
Nguyen mengatakan Chau belum mendapatkan bantuan konsuler sama sekali.
"Kami masih belum mengetahui keberadaannya, dan keselamatannya. Keluarganya ingin mengirim obat ke Vietnam namun pertama-tama mereka ingin tahu keberadaannya," terang Nguyen.
Viet Tan menggambarkan organisasi itu sebagai kelompok pro-demokrasi yang damai, namun organisasi tersebut dianggap sebagai organisasi teroris oleh Hanoi.
"Kami sadar betul bahwa polisi Vietnam memiliki sejarah untuk menjebak pegiat yang damai dengan tuduhan yang dibuat-buat," kata Nguyen.
Human Right Watch (HRW) menyebut Vietnam adalah negara dengan catatan HAM yang buruk.
Menurut HRW, Partai Komunis Vietnam mempertahankan monopoli atas kekuasaan politik dan tidak memungkinkan adanya tantangan terhadap kepemimpinannya.
HRW menyampaikan hak-hak dasar di Vietnam, termasuk kebebasan berbicara, berpendapat, pers, berserikat, dan beragama, dibatasi.