Shenny Fierdha
26 Oktober 2017•Update: 27 Oktober 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Tim bidang kedokteran dan kesehatan (Biddokkes) Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, menerima puluhan kantung jenazah yang berisi korban kebakaran pabrik kembang api Tangerang per pukul 18.00 WIB.
Kepala Biddokkes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab mengatakan RS Polri belum menerima semua jenazah korban. “Total tewas ada 47. Sebanyak 39 jenazah sudah masuk. Tujuh lagi masih dalam perjalanan,” kata dia di Jakarta, Kamis.
Umar juga mengatakan bahwa sejauh ini belum ada keluarga korban yang melapor ke RS untuk memberikan data diri korban maupun keluarga guna memudahkan proses identifikasi.
"Posko korban kebakaran berada di DVI [Disaster Victim Investigation] RS Polri. Keluarga korban dipersilakan datang ke sini sambil membawa juga anggota keluarga sedarah, selain data korban," kata Umar.
Ia juga menganjurkan agar keluarga membawa catatan medis maupun catatan berobat gigi korban agar identifikasi dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
Selain itu, Umar juga mengatakan bahwa proses pencocokan DNA jenazah biasanya memakan waktu sekitar satu minggu.
"Semua jenazah yang jelas akan dibawa ke sini malam ini," tutup Umar.
Gudang mercon yang beralamat di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi Desa Belimbing RT 20 RW 10 Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang tersebut diketahui meledak pada pukul 09.00 WIB.
Petugas pemadam kebakaran baru berhasil memadamkan api pukul 12.00 WIB setelah mengerahkan 11 unit mobil pemadam.
Pabrik di bawah PT. Panca Buana Cahaya Sukses itu diketahui milik seorang pengusaha bernama Indra Liyono dan baru beroperasi sekitar dua bulan.