Erric Permana
23 Mei 2018•Update: 23 Mei 2018
Erric Permana
JAKARTA
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Ajdi menyatakan bakal meneruskan program KSAL periode sebelumnya dalam menjalankan tugas.
Siwi mengatakan program tersebut di antaranya pembangunan pangkalan di Natuna, Kepulauan Riau. Serta pemenuhan personel di sana.
“Secara keseluruhan untuk pangkalan yang belum selesai, pangkalan kapal selam,” ujar Laksamana Siwi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta usai dilantik Presiden RI Joko Widodo, Rabu.
Siwi juga mengaku akan meneruskan pembangunan kekuatan di pulau-pulau terluar di Indonesia. Penyelesaian pembangunan tersebut kata dia, tergantung dari anggaran yang ada.
“Saya kira semua akan tergantung anggarannya, kalau ada anggarannya lebih cepat,” tambah Siwi
Mengenai alat utama sistem pertahanan (Alutsista), Laksamana Siwi mengaku akan mengawal proses pembuatan Kapal Selam ke-3 yang dilakukan oleh PT PAL. Kapal Selam tersebut merupakan kerja sama dengan Korea Selatan.
“Sekarang kan ada kapal selam yang dibangun di PT PAL itu yang jadi suatu proses kita harus awasi,” jelas dia.
Dia juga mengaku akan mengamankan jalur distribusi, keamanan dalam bernavigasi dan mencipatakan kondisi keamanan di wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan agar Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap PT PAL bisa semakin baik kembali menyusul Laksamana TNI Siwi sebagai KSAL yang juga otomatis menjabat Komisaris PT PAL.
“PT PAL bisa diurus menjadi bagus karena beliau komisaris utama kan dan pengguna banyak juga kapal buatan PT PAL. Biar PT PAL tuh naik lagi menggunakan banyak local content,” tambah dia.
Selain itu juga Luhut berharap agar KSAL bisa menjaga keamanan wilayah Indonesia seperti wilayah Natuna, Kepulauan Riau.