Nicky Aulia Widadio
14 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Densus 88 menangkap dua orang tersangka AK alias Ameng dan P alias Ogel yang berkaitan dengan Abu Hamzah di Sibolga, Sumatra Utara.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Ameng berperan sebagai penyandang dana dalam rencana teror mereka.
“Ameng menyumbang dana Rp15 juta untuk membeli kebutuhan merakit bom,” kata Dedi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Polisi menyita barang bukti berupa satu bom rompi yang berisi 10 bom elbow serta satu kardus berisi bahan peledak.
Sementara tersangka Ogel, kata Dedi, secara aktif merencanakan “amaliyah” dan menyimpan bahan peledak yang akan digunakan.
Polisi menyita total 300 kilogram bahan peledak dari Abdul Hamzah, Ameng, dan Ogel.
Selain itu, tim penjinak bom telah meledakkan lima bom dari tempat kejadian perkara.
Dedi menegaskan pengusutan terhadap jaringan teroris ini masih terus berlanjut.
“Tim akan terus mengembangkan kasus ini dan akan ada upaya penegakan hukum kepada kelompok ini,” kata Dedi.
Densus 88 menangkap Abu Hamzah pada Selasa siang lalu di Sibolga, Sumatra Utara.
Sebuah bom meledak ketika Densus 88 menggeledah rumah Abu Hamzah.
Istri Abu Hamzah yang berada di dalam rumah tersebut kemudian meledakkan diri bersama satu orang anaknya menggunakan bom rakitan.
Kapolri Jenderal Tiro Karnavian mengatakan mereka merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan paham-paham Daesh.