Can Erözden
12 September 2021•Update: 13 September 2021
Oleh Can Erozden
ANKARA
Emma Raducanu, petenis harapan Inggris, memenangkan gelar tunggal putri AS Terbuka 2021 pada Sabtu, kejuaraan Grand Slam pertamanya.
Raducanu, 18, mengalahkan lawannya dari Kanada yang berusia 19 tahun, Leylah Fernandez, dengan dua set langsung 6-4, 6-3 di final all-teen di Arthur Ashe Stadium, New York City.
Menjelang akhir pertandingan yang menarik, Raducanu harus menjalani medical timeout karena pendarahan di lutut kirinya saat meluncur di permukaan lapangan keras.
"Pertama-tama, saya benar-benar ingin mengucapkan selamat kepada Leylah dan timnya. Dia memainkan tenis yang luar biasa dan telah mengalahkan beberapa pemain top dunia. Levelnya sangat tinggi dan saya berharap kami saling bermain di lebih banyak turnamen dan semoga final," kata Raducanu dan berterima kasih kepada timnya, penggemar, dan semua orang yang menonton final.
"Terima kasih telah membuat saya merasa betah sejak pertandingan kualifikasi pertama saya. Anda telah mendorong saya di saat-saat sulit dan saya harap saya dan Leylah menampilkan pertandingan yang bagus hari ini," tambahnya.
Fernandez memuji Raducanu atas penampilannya di lapangan.
"Luar biasa. Saya tidak tahu harus berkata apa. Hari ini akan sulit tetapi Emma bermain luar biasa. Selamat! Saya sangat bangga pada diri sendiri dan penonton New York luar biasa. Terima kasih banyak New York. Terima kasih kalian semua," kata Fernandez.
Raducanu menjadi wanita Inggris pertama yang memenangkan AS Terbuka sejak 1968 saat Virginia Wade memenangi turnamen ini.
Raducanu dianugerahi trofi 2021 dan hadiah uang USD2,5 juta.
Fernandez pulang dengan plat finalis dan USD1,25 juta.
Seperti Raducanu, itu adalah final besar pertama Fernandez.