Busra Nur Cakmak
17 Desember 2021•Update: 20 Desember 2021
ANKARA
Rezim Suriah Bashar al-Assad dan kelompok-kelompok oposisi “secara bersama-sama dan serentak” membebaskan para tahanan sebagai bagian dari Proses Astana pada Kamis, kata Kementerian Luar Negeri Turki pada Kamis.
"Beberapa orang yang ditahan oleh kelompok oposisi dan rezim dibebaskan secara bersamaan pada 16 Desember 2021 di distrik Abu al Zindeen di selatan al-Bab, yang dikendalikan oleh oposisi," kata pernyataan kemlu Turki.
Kelompok Kerja untuk Pembebasan Tahanan/Penculikan, Penyerahan Jenazah dan Identifikasi Orang Hilang dibentuk sebagai bagian dari proses Astana dengan partisipasi Turki, Rusia dan Iran serta PBB.
“Kelompok Kerja akan melanjutkan kegiatannya di periode mendatang,” tambah pernyataan itu.
Suriah telah dirusak oleh perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.
Proses perdamaian Astana untuk mengakhiri konflik diluncurkan pada Januari 2017 atas inisiatif Turki, Rusia, dan Iran.
Pertemuan penjamin Astana juga berkontribusi pada kemajuan proses diplomatik yang dipimpin PBB di Jenewa.