Muhammad Latief
JAKARTA
Ibukota Filipina, Manila mengalami krisis air yang parah setelah debit air di Bendungan La Mesa, sumber utama air kota ini, jatuh pada level kritis 69 meter paling rendah selama 12 tahun terakhir, ujar Metropolitan Waterworks and Sewerage System.
Seperti diberitakan Philstar, kekurangan air telah memengaruhi sebagian besar Metro Manila dan sebagian Rizal. Gangguan distribusi air bisa berlangsung selama berjam-jam.
Sebuah kelompok pengawas lingkungan menyarankan masyarakat untuk lebih menghemat air karena beberapa bagian di negara itu bergulat dengan dampak kekeringan yang diakibatkan oleh serangan El Niño.
Koalisi EcoWaste menyerukan kepada warga Metro Manila mengkonservasi air dengan lebih serius dan juga meminta perusahaan untuk mengintensifkan langkah-langkah konservasi.
“Kami bergabung dengan otoritas air kami dalam meminta rumah tangga, bisnis, dan institusi pemerintah di Metro Manila untuk menggunakan air dengan lebih bijaksana di tengah menurunnya level air di Bendungan Angat, Ipo dan La Mesa,” kata Koordinator Nasional EcoWaste Aileen Lucero.
Dia menambahkan: “Mari kita hidup lebih bersih untuk mengurangi dampak pasokan air yang rendah selama bulan-bulan musim panas kepada orang-orang, terutama orang miskin, dan lingkungan.”
Diberitakan Rapplers, Manila Water, perusahaan air bersih di kota tersebut, berulang kali mengatakan bahwa El Nino dan level air yang rendah di Bendungan La Mesa menyebabkan gangguan layanan air yang meluas dan mengejutkan pada beberapa bagian Metro Manila dan Rizal.
Namun, perusahaan tidak memberikan rincian tentang di mana Metro Manila mendapatkan pasokan airnya. Data juga tidak mendukung klaim perusahaan. Bahkan para ahli dan regulator tampaknya membantah penjelasan tersebut.
Manila Water mengatakan pihaknya menerapkan penyesuaian operasional di tengah menurunnya pasokan air di Bendungan La Mesa.
Tapi ini tidak memberikan gambaran keseluruhan, karena air dari Bendungan La Mesa hanya cadangan jika pasokan Bendungan Angat terlalu rendah.
Sekitar 96 persen dari kebutuhan air Metro Manila dipasok oleh Bendungan Angat.
Data dari Badan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) menunjukkan bahwa ketinggian air Bendungan Angat sekitar 200 meter, di bawah level normal 212 meter.
Meski berada di bawah level normal, belum mencapai level kritis 195 meter.
Ahli hidrologi dan pakar iklim dari PAGASA bingung mengapa Manila Water menghubungkan masalah pasokan dengan rendahnya level air Bendungan La Mesa.
PAGASA juga tidak yakin bahwa El Nino menjadi penyebab gangguan layanan air.
news_share_descriptionsubscription_contact

