Pizaro Gozali Idrus
15 Juni 2020•Update: 15 Juni 2020
JAKARTA
Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand berencana menerima seribu turis asing per hari tanpa memberlakukan karantina 14 hari akan dihapuskan.
Kebijakan ini berlaku bagi negara yang sudah melakukan perjanjian bilateral dengan Thailand dan berhasil mengangani virus korona.
Traisuree Taisaranakul, deputi juru bicara pemerintah, mengatakan tes skrining Covid-19 akan diberlakukan kepada pengunjung dari negara asal maupun saat tiba di Thailand.
“Namun tidak berarti para pengunjung bebas melakukan perjalanan di Thailand karena mereka masih akan dilarang mengunjungi bagian-bagian tertentu negara itu dan akan dilacak melalui aplikasi ponsel pintar,” ucap Traisuree pada Minggu seperti dilansir Bangkok Post.
Kebijakan ini masih digodok oleh pemerintah dan masih dalam persetujuan Centre for Covid-19 Situation Administration (CCSA) yang bertugas sebagai banda pengendalian virus korona di Thailand.
Jumat lalu, CCSA telah menyetujui proposal peningkatan wisatawan untuk mendorong ekonomi domestik meskipun ada keberatan yang diajukan otoritas keamanan.
“Diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan dari dampak ekonomi pandemi pada pariwisata,” ujar Traisuree.
Menurut survei online baru-baru ini, sebagian besar warga Thailand khawatir adanya gelombang baru Covid-19 jika negaranya terlalu dini membuka pintu bagi wisatawan asing.
Sebanyak 54,39 persen responden mengatakan belum waktunya bagi pemerintah mengundang wisatawan internasional kembali ke Thailand.
Sedangkan 24,28 persen menyampaikan bahwa pemerintah harus menyambut kembali turis asing demi meningkatkan perekonomian.
Sebagian besar responden juga mendesak pembatasan ketat bagi wisatawan lokal di setiap objek wisata di seluruh wilayah jika pariwisata domestik dibuka.
Thailand hingga kini mencatat 3.135 kasus Covid-19 dengan 2.987 pasien sembuh dan 58 kematian.