Muhammad Abdullah Azzam
18 November 2019•Update: 19 November 2019
Zehra Nur Düz
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin menegaskan kembali Turki bertekad akan terus mendukung dan menampung pengungsi Suriah, meski ada desakan untuk mengirim mereka kembali.
"Turki adalah negara yang memberikan dukungan terbesar kepada negara-negara berkembang dan pengungsi di dunia," kata Presiden Erdogan dalam pidatonya di Konferensi Ombudsman Internasional di Istanbul.
Turki saat ini menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah, melebihi negara lain di dunia, dan sejauh ini Turki telah menghabiskan dana sebesar USD40 miliar untuk mereka, menurut laporan otoritas resmi.
Erdogan mengatakan Turki berupaya memperbaiki kehidupan warga sipil di Suriah agar lebih baik, tidak seperti negara lain yang mengejar kepentingan pribadi mereka di wilayah tersebut.
"Meski Turki telah menghadapi banyak ancaman dari organisasi teroris dan jebakan ekonomi, tapi Turki telah berhasil bertahan dan memperkuat dirinya sendiri secara terus-menerus," ungkap Erdogan.
Turki pada 9 Oktober melancarkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk melenyapkan teroris dari Suriah utara di sebelah timur Sungai Efrat.
Operasi itu bertujuan untuk mengamankan perbatasan Turki, membantu dalam pengembalian yang aman bagi para pengungsi Suriah, dan memastikan integritas teritorial Suriah.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang Suriah dari PKK.