Ekip
03 Februari 2022•Update: 08 Februari 2022
YEREVAN, Armenia
Penerbangan carter antar Armenia dan Turki diluncurkan kembali pada Rabu di tengah dialog kedua negara untuk menormalkan hubungan diplomatik.
Bandara Zvartnos menerima penerbangan pertama dari Bandara Sabiha Gokcen Istanbul pada Kamis sekitar pukul 2.20 pagi.
Penerbangan itu dilakukan maskapai murah Turki Pegasus Airlines.
Sementara penerbangan maskapai FlyOne lepas landas dari Bandara Internasional Zvartnots Yerevan pada Rabu pukul 6 sore waktu setempat dan akan mendarat di Bandara Sabiha Gokcen Istanbul sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
Tidak ada penerbangan langsung antara Turki dan Armenia selama dua tahun setelah maskapai Turki Atlasjet bangkrut pada Februari 2020.
Pegasus Airlines dan Fly One Armenia akan menjalankan tiga penerbangan per minggu antara Istanbul dan Yerevan.
Proses normalisasi
Meski bertetangga, Turki dan Armenia mengalami kesulitan dalam hubungan diplomatik sejak Armenia mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991 menyusul pembubaran Uni Soviet.
Beberapa masalah diantaranya penolakan Armenia untuk mengakui perbatasan bersama hingga pendudukannya atas Nagorno-Karabakh dan peristiwa 1915 antara Kekaisaran Ottoman dan Armenia.
Turki adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Armenia pada tahun 1991, namun perbatasan antara kedua negara tetap ditutup sejak 1993 setelah pendudukan Armenia di Nagorno-Karabakh.
Dalam upaya untuk menormalkan hubungan, Turki dan Armenia menandatangani "protokol Zurich" pada tahun 2009 tetapi gagal meratifikasi perjanjian di parlemen nasional masing-masing.
Hubungan bilateral, bagaimanapun, baru-baru ini memperoleh dimensi baru menuju normalisasi setelah utusan khusus Turki dan Armenia, Serdar Kilic dan Ruben Rubinyan, mengadakan pertemuan pertama mereka di Moskow pada 14 Januari, di mana kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan negosiasi tanpa prasyarat yang bertujuan untuk "normalisasi penuh."
Dalam perkembangan positif lainnya, Armenia mengumumkan akan mencabut embargo impor Turki pada Januari.
Juga, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pekan lalu mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan dan Rubinyan diharapkan menghadiri Forum Diplomasi Antalya tahunan Turki pada bulan Maret, meskipun Armenia belum mengkonfirmasi hal ini.