Muhammad Abdullah Azzam
19 Desember 2020•Update: 20 Desember 2020
Orhan Onur Gemici
ANKARA
Kementerian Dalam Negeri Turki pada Jumat memperingati Hari Migran Internasional dan mengungkapkan 4 juta migran Suriah diselamatkan dari penganiayaan dan kematian dengan berlindung di Turki.
Mendagri Turki Suleyman Soylu dalam sebuah pesan video mengatakan Turki berusaha menghentikan penindasan terhadap orang-orang di area seluas 8.161 kilometer persegi di Suriah dan menormalkan kehidupan 1,75 juta orang.
Dia menekankan bahwa Turki telah menyelamatkan nyawa para migran dari berbagai negara di Laut Aegea.
Soylu mengatakan ketidakstabilan, kemiskinan, teror, dan kekerasan, semuanya "tumbuh dari benih perselisihan yang ditanam oleh Barat", dan secara dramatis mempercepat pergerakan migrasi di abad ke-21.
Soylu juga mengucapkan terima kasih kepada bangsa Turki yang telah memperlakukan para migran sesuai dengan warisan yang ditinggalkan oleh kemanusiaan dan peradaban leluhurnya.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga memperingati hari itu melalui Twitter, dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk memerangi ujaran kebencian terhadap para migran.
"Sebagai negara tempat jutaan imigran hidup damai dan harmonis dengan masyarakat kami, kami merayakan hari semua migran di dunia," kata Cavusoglu.
Turki menjadi titik transit utama bagi pencari suaka yang ingin menyeberang ke Eropa dan memulai hidup baru, terutama mereka yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan.
Awal tahun ini, Turki membuka pintunya bagi para migran gelap, dan menuduh Uni Eropa gagal memenuhi janjinya berdasarkan kesepakatan migran 2016.
Turki menampung hampir 4 juta warga Suriah, lebih banyak dari negara lain mana pun di dunia.