07 November 2017•Update: 08 November 2017
Ömer Aydın
PARIS
Di Perancis, tiga siswa berusia 14 dan 15 tahun dijatuhi hukuman 6 bulan dan 1,5 tahun penjara setelah terbukti berkomunikasi dengan seorang anggota organisasi teroris Daesh melalui Telegram.
Menurut lansiran radio Europe 1, tiga siswa yang terbukti berkomunikasi dengan Rachid Kassim pelaku propaganda Daesh di Perancis yang terbunuh di Irak awal tahun ini telah di jatuhi hukuman.
Tiga pemuda yang ditangkap sekitar satu tahun lalu tersebut dimasukkan ke dalam program pengobatan psikologis dan terus di ikuti perkembangannya, kasus ini di tangani oleh pengadilan anak di Paris.
Setelah Interogasi yang berlangsung selama dua hari dan proses persidangan, tiga siswa tersebut dijatuhi hukuman 6 bulan dan 1,5 tahun penjara.
Sebelumnya, empat pemuda juga ditangkap karena diduga memiliki hubungan dengan Kassim yang aktif melakukan propaganda melalui media sosial untuk mengumpulkan pendukung Daesh dari Perancis.
Kassim diyakini memiliki peran penting dalam sejumlah besar serangan teroris dan merupakan salah satu penanggung jawab Daesh di Prancis. Kassim dilaporkan tewas di Irak awal tahun ini.
Kassim sebelumnya diketahui bekerja di Pemerintahan Kota Roanne dan tertarik pada musik rap.
Kassim melakukan propaganda Daesh dalam sebuah grup di Telegram yang memiliki 300 orang anggota.