Yusu Ozcan dan Seyit Ahmet Aytac
15 November 2017•Update: 15 November 2017
Yusu Seyit Ahmet Aytac
PARIS, Prancis
Afrika akan menjadi fokus utama Turki selama empat tahun masa keanggotaannya di dewan UNESCO, kata representatif dewan UNESCO Turki, Rabu.
Turki terpilih sebagai salah satu dari 58 anggota dewan UNESCO pada 8 November.
"Sebagai Komisi Nasional Turki untuk UNESCO, kami akan terus bekerja di tingkat nasional agar Turki mendapat pengakuan yang lebih baik di UNESCO. Kami akan memfokuskan kerja kami pada Afrika," kata Ocal Oguz kepada Anadolu Agency.
Oguz mengatakan, sebagai salah satu penyumbang bantuan kemanusiaan terbesar di dunia, Turki layak masuk jajaran dewan UNESCO.
Pada 2016 saja, Turki mengeluarkan USD 6 miliar untuk bantuan kemanusiaan, membuatnya berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat, yang mengeluarkan USD 6,3 miliar.
Jika dihitung berdasarkan pendapatan nasional bruto, Turki adalah negara pendonor terbesar yang menghabiskan 0,75 persen pendapatannya untuk bantuan kemanusiaan.
Oguz mengatakan bahwa ia akan mengupayakan agar kota-kota di Turki mendapat status warisan dunia, kota kreatif, dan program serikat dunia dari UNESCO.
Ia juga bertekad untuk mempromosikan bahasa Turki sebagai bahasa resmi UNESCO ketujuh.
Hasil pemungutan suara di Paris pekan lalu menunjukkan sebanyak 134 negara memilih Turki masuk jajaran dewan eksekutif.