Ali Abo Rezeg
ANKARA
Simbol perlawanan Palestina Fawzi al-Juneidi dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency menyatakan akan terus melanjutkan perjuangan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel.
"Saya katakan kepada penjajah Israel: Saya akan terus menjadi bagian dari perlawanan rakyat," kata al-Juneidi saat berkunjung ke Anadolu Agency di Ankara, Kamis.
Al-Juneidi menekankan terus melakukan perlawanan sembari melanjutkan pendidikan.
"Pihak berwenang Israel menahan saya untuk mencegah dan menakuti anak-anak Palestina lainnya menjadi bagian perlawanan, namun mereka akan gagal mencapai tujuan itu," tambah dia.
Pada 7 Desember 2017, al-Juneidi ditangkap di Tepi Barat saat memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
-Penahanan
"Mereka mulai memukuli saya di lengan dan dada saya," kenang al-Juneidi, menggambarkan menit-menit pertama penahanannya.
Al-Juneidi menjelaskan, jumlah tentara yang dikerahkan untuk menangkapnya lebih banyak dari terlihat dalam foto.
Foto al-Juneidi digiring dengan mata tertutup, dalam waktu singkat menjadi simbol protes Palestina melawan keputusan Donald Trump.
Foto yang diambil oleh jurnalis foto Anadolu Agency Wisam Hashlamoun itu juga memenangkan Kompetisi Foto Terbaik Tahun 2017 Anadolu Agency untuk kategori berita.
"Mereka tidak memukuli saya di dalam penjara, tapi mereka menggunakan taktik intimidasi," kata al-Juneidi.
Al-Juneidi mencontohkan, pintu sel yang dia huni dalam penjara diketuk berulang kali pada malam hari.
Mengenai fotonya yang viral, al-Juneidi mengatakan bahwa dia baru dapat melihat foto itu dalam sebuah surat kabar Israel sekitar sepuluh hari setelah dipenjara.
"Saya ditahan selama 22 hari hingga akhirnya dibebaskan dengan jaminan, keluarga saya membayar 10.000 Shekel Israel [sekitar USD2.800]," ungkap pemuda itu.
-Turki
Kepada Anadolu Agency, al-Juneidi menceritakan bagaimana dia berangkat ke Turki hanya satu hari setelah diberi tahu bisa bepergian ke luar negeri oleh pengacaranya.
"Kemudian kami datang ke sini ke Turki di mana kami melihat betapa kami dicintai oleh orang-orang Turki," ungkap dia.
Ketika ditanya mengenai pertemuannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, al-Juneidi mengatakan, "Dia bilang pada saya bagaimana saya telah menjadi simbol kesabaran dan perlawanan Palestina; Itu adalah momen sangat berharga bagi saya."
Dalam pertemuan tersebut, al-Juneidi juga menyampaikan rasa terima kasihnya dan apresiasi rakyat Palestina terhadap rakyat Turki dan Presiden Erdogan.
"Memang benar rakyat Turki mencintai kami, tapi percayalah, kami lebih mencintai mereka," ungkap dia.
Al-Juneidi juga mengikuti perkembangan mengenai Ahed al-Tamimi, seorang gadis Palestina berusia 16 tahun yang juga ditahan oleh Israel.
"Saya melihat Ahed saat dia sedang menunggu persidangan, dia tampak kelelahan," kata dia.
Al-Juneidi berdoa untuk kebebasan Ahed.
Al-Juneidi harus kembali menghadap pengadilan militer Israel pada 19 Februari mendatang atas tuduhan melempar batu kepada tentara Israel.
Saat ini, ada sekitar 6.500 warga Palestina, termasuk sekitar 300 anak di bawah umur yang ditahan di penjara Israel.
news_share_descriptionsubscription_contact

