Michael Hernandez
31 Januari 2018•Update: 01 Februari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri AS pada Selasa mengatakan ketegangan antara Qatar dan empat negara Arab harus segera berakhir, karena krisis itu berdampak pada AS juga selain negara-negara Teluk.
"Peselisihan ini memiliki dampak negatif secara ekonomi dan militer bagi semua pihak yang terlibat, serta AS," kata Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dalam acara dialog strategi antara AS dan Qatar.
"Sangat penting bagi semua pihak untuk mengurangi retorik, mengendalikan diri untuk mencegah memperburuk situasi dan bekerja mencari solusi. Dewan Kerja sama Teluk (GCC) yang utuh meningkatkan efektivitas di berbagai bidang - khususnya anti-terorisme, memerangi Daesh dan menekan pengaruh buruk Iran," jelas Tillerson.
Tillerson didampingi Menteri Pertahanan James Mattis dan pejabat-pejabat Qatar.
Qatar berkonflik dengan Bahrain, Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sejak Juni lalu, setelah negara-negara itu menuduh Qatar mendukung terorisme lalu kemudian memutuskan hubungan.
Qatar terus menampik tuduhan itu namun disusul dengan blokade jalur darat, air dan udara oleh keempat negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani berterima kasih kepada AS karena sudah "berdiri di sisi keadilan mengenai aktivitas ilegal terkait blokade".
"Negara Qatar dan warganya mengalami blokade yang ilegal dan tak beralasan. Blokade ini menghalangi upaya menciptakan kedamaian di kawasan itu," kata al-Thani. "Qatar dan AS berkomitmen memberikan keadilan bagi warga kami."
Pertemuan pejabat antar-negara itu diselenggarakan sehari setelah Qatar setuju ekspansi Pangkalan Udara al-Udeid yang ditempati 10.000 staf Angkatan Udara AS.