Chandni
21 Maret 2018•Update: 21 Maret 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Tim FBI dan penyelidik dari Departemen Alkohol, Rokok dan Senjata (ATF) mendalami kasus ledakan di gudang FedEx di Texas, kata mereka pada Selasa.
Tidak ada yang terluka dalam ledakan yang terjadi di Schertz itu, kata kantor FBI di San Antonio lewat Twitter. Schertz terletak di pinggiran San Antonio dan bisa ditempuh dalam waktu satu jam.
Secara terpisah, FedEx mengatakan salah satu pegawai mereka mengalami "luka-luka ringan".
Ledakan itu adalah insiden terbaru di kawasan yang sudah mengalami empat ledakan lainnya, yang menurut pihak berwenang dilakukan oleh pengebom berantai. Polisi masih mencari motif pelaku yang hingga kini belum terlihat polanya.
Dua orang tewas dan empat lainnya terluka di kota Austin, Texas sejak serangan-serangan itu dimulai pada 2 Maret.
Presiden Donald Trump mengatakan ledakan-ledakan itu "sangat buruk".
"Jelas sekali ini merupakan aksi yang dilakukan seseorang atau beberapa orang yang sangat, sangat 'sakit'," kata kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa. "Kita harus segera menangkap mereka."
Pada saat ini terdapat lebih dari 350 personel pasukan keamanan di Austin yang bekerja sama dengan pihak berwenang lokal, kata Departemen Kehakiman melalui sebuah pernyataan.
Tim keamanan federal terdiri dari kelompok pengintai, ahli peledak, serta tim forensik dari FBI dan ATF, jelas mereka.
"Jaksa Agung Jeff Sessions, Direktur FBI Christopher Wray dan Direktur ATF Thomas Brandon sepenuhnya bekerja sama dengan Jaksa AS John Bash dan tim lapangan untuk memastikan semua melakukan sebisanya untuk menemukan dalang dibalik ledakan-ledakan ini," kata juru bicara Sarah Isgur Flores kepada Anadolu Agency.