26 Oktober 2017•Update: 27 Oktober 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Rabu menyatakan dukungannya pada tawaran Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) untuk menghentikan semua operasi militer dan memulai dialog terbuka.
"Kami menyambut baik ajakan KRG untuk berdialog dan melakukan gencatan senjata," cuit juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert AS lewat Twitter-nya.
"Karena Irak dan Kurdi sama-sama menghadapi situasi yang berbahaya, kita semua wajib untuk bertindak dengan bijaksana untuk mencegah terjadinya kekerasan dan bentrokan lebih lanjut antara pasukan Irak dan Peshmerga," kata KRG dalam sebuah pernyataan.
"Bentrokan telah menyebabkan banyak kerugian di kedua belah pihak dan jika terus-menerus dibiarkan dapat menyebabkan pertumpahan darah dan konflik sosial di antara berbagai komponen masyarakat Irak," kata pernyataan tersebut merujuk pada bentrokan antara pasukan Irak dan Peshmerga yang meletus pada 16 Oktober.
"Tentunya, konflik berkepanjangan tidak akan memberikan kemenangan bagi pihak mana pun, namun justru membuat negara semakin kacau balau, hingga mempengaruhi semua aspek kehidupan," tambah pernyataan tersebut.
Pada 25 September, warga Irak di wilayah otonomi KRG - dan beberapa wilayah sengketa Baghdad dan Erbil - mengikuti pemungutan suara.
Menurut KRG, hampir 93 persen suara mendukung kemerdekaan dari Irak.
Pelaksanaan referendum tersebut telah dikecam oleh pihak regional mau pun internasional, karena dikhawatirkan dapat mengganggu perjuangan Irak melawan terorisme, dan memicu destabilisasi di wilayah tersebut.