Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Oktober 2019•Update: 02 Oktober 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada sejumlah warga negara Rusia pada Senin atas dugaan terlibat upaya mempengaruhi pemilu jangka menengah AS 2018.
Individu yang dikenakan sanksi adalah Yevgeniy Prigozhin, penyandang dana Badan Penelitian Internet, dan enam karyawannya.
Dilansir dari Financial Times, perusahaan itu dideskripsikan sebagai "pabrik bualan" yang berbasis di St. Petersburg, yang menggunakan akun media sosial dan berita-berita palsu untuk mengintervensi pemilu AS.
"Tindakan hari ini juga meningkatkan tekanan pada orang yang sebelumnya ditunjuk Yevgeniy Prigozhin dengan menargetkan aset fisiknya, termasuk tiga pesawat dan kapal pesiar, serta karyawan Badan Penelitian Internet, yang dibiayai oleh Yevgeniy Prigozhin," kata Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.
Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan departemen akan menggunakan otoritasnya terhadap siapa pun yang ingin merusak proses pemilu dan secara subversif mempengaruhi pemilih.
"Siapa pun yang melakukan bisnis dengan Prigozhin atau menggunakan salah satu pesawat terbang atau kapal pesiarnya akan menghadapi sanksi sekunder," kata Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan sanksi itu berfungsi sebagai peringatan dan mereka yang terlibat dengan individu, perusahaan, pesawat, atau kapal terkait juga dapat dikenakan sanksi di masa depan.
"Amerika Serikat akan terus menekan aktor jahat yang berusaha untuk menumbangkan proses demokrasi kita dan kita tidak akan ragu untuk membebankan biaya lebih lanjut pada Rusia untuk kegiatan yang tidak stabil dan tidak dapat diterima," kata Pompeo.