15 Agustus 2017•Update: 16 Agustus 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis mengatakan bahwa jika Korea Utara (Korut) menyerang AS, maka akan memicu terjadinya perang.
“Jika mereka menyerang AS maka akan segera memicu perang,” kata Mattis kepada pers, dan menambahkan, jika Korut melancarkan aksi militer, AS akan berupaya untuk menembak jatuh rudal yang ditujukan ke Guam.
Pejabat tinggi Pentagon tersebut mengatakan bahwa AS dapat memperkirakan “dalam beberapa saat” jika rudal ditembakkan dari Korut dan “kami akan menangkalnya”.
Mattis menekankan bahwa pernyataannya tidak seharusnya dianggap sebagai pernyataan perang, karena militer AS pasti akan mempertahankan negaranya, dan bagi mereka “ini adalah perang”.
“Anda tidak menembak orang-orang kecuali jika Anda mau menanggung konsekuensinya,” tegasnya.
Pekan lalu, Presiden Donald Trump juga memperingatkan pemimpin Korut Kim Jong-un bahwa ia “akan benar-benar menyesal” jika ia terus mengancam AS dan sekutu-sekutunya.
“Saat ini solusi militer sepenuhnya ada, terkunci, dan dimuat, jika Korut bertindak dengan tidak bijaksana,” katanya lewat Twitter, sebelum me-retweet foto pengebom B1 yang dikatakan menjadi kunci rencana AS untuk menyerang Korut.
Korut mengancam akan menembakkan 4 rudal ke perairan Guam, menyusul memanasnya hubungan AS karena program senjata nuklir Pyongyang.
Kantor berita pemerintah Korut melaporkan bahwa tentara Korut akan menyelesaikan perencanaan peluncuran rudal ke Guam sebelum pertengahan Agustus.