15 Agustus 2017•Update: 19 Agustus 2017
Alex Jensen
SEOUL
Pimpinan Korea Utara (Korut) Kim Jong-un masih akan mengawasi Amerika Serikat (AS) “untuk beberapa saat lagi”, sebelum memutuskan untuk melancarkan rencana penembakkan rudal balistik ke Guam.
Pyongyang mengungkap strateginya untuk menyerang Guam – rumah bagi 7.000 tentara dan perlengkapan militer AS – yang disebutkan akan dikemukakan pada pertengahan Agustus.
Saat ini, Pyongyang tengah menunggu respon dari Washington.
“Untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik militer di Semenanjung Korea, penting bagi AS untuk segera mengambil keputusan dan menunjukkannya lewat tindakan,” kata Kim, Selasa, seperti dikutip oleh kantor berita KCNA.
Korut telah menuntut diakhirinya agresi AS di wilayahnya, termasuk latihan gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) yang direncanakan akan dilaksanakan bulan ini. Di sisi lain, AS bersikeras bahwa denuklirisasi Pyongyang sangat penting untuk solusi damai.
Sementara Kim mengeluarkan pernyataan sehari sebelum inspeksi militer terhadap unit yang akan menembakkan rudal ke Guam, Sekretaris Pertahanan AS James Mattis kembali mengeluarkan peringatan bawa AS siap untuk berperang jika diperlukan.