Astudestra Ajengrastrı
26 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat dan Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan baru, begitu diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker pada Rabu.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump berkata kedua pihak setuju untuk bekerja menuju "nol tarif, nol hambatan non-tarif dan nol subsidi untuk barang-barang industri non-auto".
Para rekanan perdagangan juga akan bekerja untuk mengurangi hambatan tarif untuk jasa, bahan kimia, farmasi, produk medis dan kedelai.
Trump berkata kesepakatan ini "juga akan membuat perdagangan lebih adil dan saling timbal balik".
Hubungan perdagangan AS dan UE diperkirakan senilai USD1 triliun.
Trump mengenakan tarif pada impor baja dan aluminium pada Mei, dengan alasan keamanan nasional. Langkah ini membuat banyak rekan perdagangan AS marah, termasuk UE, yang kemudian membalas dengan tarif senilai sama pada produk-produk AS.
Juncker berkata dia datang ke Washington untuk membuat kesepakatan mengakhiri perang tarif, "dan kami berhasil membuat kesepakatan hari ini".
"Kami telah menandai beberapa area yang bisa dikerjakan bersama, bekerja menuju nol tarif untuk produk-produk industri. Ini adalah tujuan utama saya, untuk mengusulkan nol tarif produk-produk industri," ujar dia.
Trump berkata AS "akan menyelesaikan masalah tarif besi dan aluminium, dan kami akan menyelesaikan masalah tarif balasan".
"Ini akan terselesaikan, sebagai bagian dari apa yang kita lakukan," kata dia.
Sebagai tambahan, Juncker berkata AS akan membangun terminal tambahan untuk memfasilitasi impor UE atas gas alam cair (LNG) dari AS.
"Ini juga merupakan pesan untuk yang lain," tukas Jucker, kemungkinan merujuk pada Rusia.
Trump mengecam Jerman dalam KTT NATO di awal bulan ini karena ketergantungannya kepada energi dari Rusia.
Pada Rabu, Trump berkata UE akan menjadi "pembeli yang sangat, sangat besar" produk LNG AS, yang akan dipermudah pembeliannya oleh AS untuk Brussels "sehingga mereka bisa melakukan diversifikasi suplai energi, yang sangat ingin mereka lakukan, dan kami punya banyak".
UE juga setuju untuk mengimpor lebih banyak kedelai dari AS setelah Tiongkok, yang juga terlibat perang dagang dengan AS, menerapkan tarif 25 persen pada produk makanan.