İqbal Musyaffa
26 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam rapat koordinasi nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Kamis, mengatakan telah menyiapkan empat langkah untuk mengendalikan inflasi.
Langkah ini akan ditempuh bersama dengan pemerintah baik pusat dan daerah dalam tim pengendali inflasi. Perry mengatakan, langkah pertama adalah dengan terus berupaya menjaga pasokan pangan strategis
“Upaya ini tentu saja melalui pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas utama Presiden untuk dipercepat baik di pusat ataupun daerah,” ungkap Perry.
Infrastruktur tersebut menurut dia bukan hanya jalan, tetapi juga irigasi, bendungan, dan juga lumbung untuk meningkatkan ketersediaan pasokan.
Selanjutnya, Perry mengatakan ketersediaan dan kelancaran distribusi dari produsen hingga konsumen menjadi langkah selanjutnya yang akan diupayakan bersama pemerintah. Hal yang akan dilakukan antara lain membentuk pedagang pengepul yang dekat dengan petani.
Begitu juga dengan masalah logistik yang terus dijaga untuk memperkuat perdagangan antar daerah sehingga daerah dengan surplus pasokan pangan dapat mendistribusikannya ke daerah yang membutuhkan.
Langkah ketiga yang disiapkan adalah memperkuat kelembagaan tim pengendali inflasi pusat dan daerah dengan mempererat koordinasi salah satunya melalui rapat koordinasi nasional kali ini.
Kemudian, Perry mengatakan upaya keempat adalah memperbaiki sistem informasi dalam pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS). Saat ini, sistem tersebut menurut dia sudah baik dengan jumlah komoditas yang banyak.
Namun, dia mengatakan sistem tersebut perlu diperluas dengan adanya informasi data produksi sehingga dapat menjadi pusat informasi yang terintegrasi.
“Koordinasi BI dan pemerintah menjaga inflasi benar-benar semakin erat dan kuat serta berhasil nyata,” klaim Perry.
Pengakuan tersebut diperkuat dengan data yang menunjukkan laju inflasi yang semakin stabil.
Pada 2013 inflasi masih berada di level 8,38 persen menjadi 3,61 persen di tahun lalu dan pada tahun ini diperkirakan menjadi 3,5 persen.
“Itu adalah salah satu capaian tidak hanya karena kebijakan yang kita tempuh baik dari BI dan pemerintah, tetapi juga koordinasi yang erat antara pemerinta pusat dan pemda melalui TPIP dan TPID,” jelas Perry.