Chandni
12 Maret 2018•Update: 12 Maret 2018
Abdullah Asiran
AMSTERDAM
Sebuah aksi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh kelompok ekstrem sayap kanan di Amsterdam pada Minggu tidak mendapatkan perhatian publik.
Hanya 50 orang yang ikut serta dalam aksi yang diwarnai sentimen anti-Muslim dan anti-imigran oleh kelompok Orang Eropa Patriotik Melawan Islamisasi Barat (PEGIDA).
Para partisipan melakukan long march disertai pengawal polisi dan membawa spanduk-spanduk bernada rasis.
Kelompok yang menentang mereka, Aksi Anti-Fasis (AFA), berusaha menghalang-halangi protes itu namun polisi kemudian menahan tiga anggota AFA.
Pada Sabtu, anggota-anggota PEGIDA menanamkan 23 simbol salib di lokasi pembangunan sebuah masjid.