Maria Elisa Hospita
27 November 2018•Update: 27 November 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Sebanyak 42 orang ditangkap oleh pihak berwenang AS karena menyeberang ke Amerika melalui perbatasan Meksiko pada Senin.
Rodney Scott, kepala Patroli Perbatasan Sektor San Diego, mengatakan kepada CNN bahwa beberapa anak dan delapan perempuan termasuk dalam 42 orang itu.
"Sebagian besar yang ditangkap adalah laki-laki dewasa," jelas dia.
Penahanan itu terjadi setelah bentrokan meletus antara tim patroli Amerika dan anggota kafilah migran yang berusaha masuk ke AS dari Tijuana, Meksiko.
Pasukan perbatasan terpaksa menyemprotkan gas air mata ke para migran karena menerobos pagar pembatas sekaligus menyerang personel patroli.
"Dua atau tiga personel harus menghadapi ratusan orang dalam satu waktu. Mereka menyemprotkan gas air mata untuk melindungi diri mereka sendiri dan perbatasan," tambah Scott.
Sementara itu, pihak berwenang Meksiko mengatakan 98 migran dideportasi setelah ratusan orang berusaha menerobos perbatasan AS.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menutup perbatasan selatan AS dan mendesak Meksiko untuk mendeportasi para migran.
"Meksiko harus memulangkan para migran - banyak di antaranya adalah penjahat - kembali ke negara mereka. Pulangkan dengan pesawat, atau dengan bus, lakukan saja yang Anda inginkan. Yang penting mereka harus pergi dari AS," cuit Trump.
"Kami akan menutup perbatasan secara permanen jika perlu. Kongres, danai TEMBOK PERBATASAN!" tandas dia.
Sementara ribuan migran menunggu di Tijuana untuk menyeberang ke AS, keamanan perbatasan telah diperketat, dengan 7.000 pasukan militer dikerahkan untuk mengamankan perbatasan selatan dan pelabuhan.