Viola Fahmi
15 April 2018•Update: 16 April 2018
Viola Fahmi
KAIRO
Setidaknya delapan tentara tewas di Semenanjung Sinai Mesir pada Sabtu di tengah operasi keamanan yang sedang berlangsung di wilayah bergolak itu, menurut militer Mesir.
Sekelompok 14 militan yang dipersenjatai dengan rompi peledak, senapan mesin dan granat roket (RPG) menyerang sebuah kamp militer di Sinai tengah pada waktu fajar pada hari Sabtu, juru bicara militer Kolonel Tamer Rifai mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan pasukan militer bentrok dengan kelompok tersebut dan menewaskan belasan militan itu.
Menurut juru bicara itu, delapan tentara tewas dan 15 lainnya terluka ketika beberapa penyerang meledakkan rompi eksplosif mereka.
Serangan Sabtu terjadi saat pemerintah Mesir memperpanjang keadaan darurat selama tiga bulan, yang pertama kali diberlakukan pada April tahun lalu, setelah pemboman gereja kembar yang diklaim oleh kelompok teroris Daesh yang menewaskan puluhan orang.
Serangan itu terjadi ketika pasukan keamanan melanjutkan perlawanan besar-besaran terhadap militan yang dituding bertanggung jawab atas serangkaian serangan di seluruh negeri.
Pada hari Sabtu, militer Mesri mengatakan pasukannya menewaskan 27 tersangka militan sebagai bagian dari operasi keamanan yang dimulai pada 9 Februari.
Semenanjung Sinai tetap menjadi pusat pemberontakan militan sejak 2013, ketika militer menggulingkan Mohamed Morsi dalam sebuah kudeta militer. Morsi merupakan presiden pertama Mesir yang dipilih secara bebas dan seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin.