Ahmad Adil
15 Mei 2026•Update: 15 Mei 2026
Para menteri luar negeri dari negara kelompok BRICS melanjutkan pembahasan pada hari kedua pertemuan di New Delhi, Jumat, di tengah perhatian dunia terhadap konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang saat ini berada dalam gencatan senjata rapuh.
Menlu Iran Abbas Araghchi menghadiri pertemuan tersebut, sementara diplomat tertinggi China Wang Yi berada di Beijing untuk mendampingi kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China.
China diwakili oleh Duta Besarnya untuk India, Xu Feihong, dalam pertemuan itu.
Setelah rangkaian pembahasan pada Jumat, perhatian kini tertuju pada kemungkinan keluarnya pernyataan bersama dari negara-negara anggota BRICS.
Pada hari pertama pertemuan Kamis lalu, para menteri luar negeri dan kepala delegasi negara anggota BRICS menggelar pembicaraan serta bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi.
Keketuaan India dalam BRICS untuk 2026 mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.”
BRICS berupaya mengembangkan mekanisme keuangan alternatif, mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, dan meningkatkan representasi negara-negara Global South dalam lembaga internasional, sebagai tantangan terhadap struktur tata kelola yang dipimpin negara-negara Barat.
Secara keseluruhan, negara-negara BRICS mewakili lebih dari 40 persen populasi dunia dan menyumbang lebih dari 32 persen produk domestik bruto (PDB) global.