Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Juli 2019•Update: 04 Juli 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Ketua Komunitas Karibia (Caricom) pada Rabu mengatakan organisasi itu akan melanjutkan peran perantara yang jujur dan terus bersatu dalam sikapnya pada situasi politik di negara tetangga Venezuela.
Timothy Harris, yang juga Perdana Menteri Saint Kitts dan Nevis, mengatakan selama upacara pembukaan KTT Caricom di Saint Lucia bahwa partai-partai oposisi yang didukung oleh AS dan sejumlah negara barat berusaha untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Komunitas Karibia adalah sekelompok negara dan dependensi Karibia yang bekerja bersama untuk mengoordinasikan kebijakan ekonomi dan menangani perselisihan perdagangan di kawasan tersebut.
Menekankan sikap berprinsip sejak awal krisis, Harris yang ditugasi membentuk sikap kawasan itu soal Venezuela.
Dia meminta dunia untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Venezuela, menghormati kedaulatan, demokrasi, supremasi hukum dan konstitusi Venezuela serta mendesak perdamaian dan penyelesaian konflik.
“Venezuela adalah tetangga kita dan negara-negara anggota kita terkena dampak krisis. Bagi kami, ini bukan permainan catur geopolitik. Ini adalah situasi yang menciptakan kesulitan bagi jutaan orang tepat di depan pintu kami, menumbuhkan ketidakstabilan pada ekonomi kita yang sudah rapuh dan memperburuk aktivitas kriminal," kata Harris.
Harris juga memuji upaya Uruguay dan Norwegia untuk mencapai resolusi damai di Venezuela.
Caricom pertama kali didirikan pada 1973 melalui Perjanjian Chaguaramas. Perjanjian ini kemudian direvisi pada 2001 dan mengikutsertakan implementasi Pengadilan Keadilan Karibia.
Ada 15 negara anggota dan dependensi yang mencakup total area lebih dari 177.000 mil persegi, dengan total populasi lebih dari 18 juta.
Pertemuan Reguler Caricom ke-40 dimulai pada Selasa dan akan membahas langkah-langkah untuk meningkatkan Pasar dan Ekonomi Tunggal (CSME) di organisasi tersebut.