Muhammad Abdullah Azzam
04 Juli 2019•Update: 04 Juli 2019
Enes Canlı
ANKARA
Juru bicara Jenderal khalifa Haftar, Ahmad al-Mismari, mengakui pihaknya melakukan serangan udara ke pusat detensi migran gelap di kota Tajura, timur Tripoli.
Dia mengklaim serangan tersebut menargetkan pangkalan militer dan depot senjata milik pasukan Libya.
Pada konferensi pers di kota Benghazi kemarin malam, Mismari mengatakan pihaknya melancarkan serangan udara terhadap penampungan migran yang menewaskan lebih dari 40 orang di timur ibu kota Tripoli.
Mismari menggambarkan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui secara internasional sebagai "milisi" yang menjadi target serangan-serangan mereka.
"Kami melancarkan serangan ke pangkalan militer dan gudang senjata yang kami lihat sebagai target sah milisi di daerah itu,” tutur Mismari.
“Kami sebelumnya telah melancarkan serangan udara dan artileri ke pusat ini berkali-kali. Dalam hal ini yang bersalah adalah mereka yang membawa migran ilegal ke situ," tutur dia.
Mismari juga mengungkapkan bahwa pihaknya kemarin melakukan serangan udara ke hampir dua pertiga wilayah Libya, termasuk wilayah selatan.
Libya dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.