Hayatı Nupus
09 Februari 2020•Update: 10 Februari 2020
Zuhal Demirci
ANKARA
Turki menjadi tuan rumah pertemuan dengan delegasi Rusia di ibu kota Ankara, Sabtu, untuk membahas situasi Idlib, barat laut Suriah.
Menurut sumber-sumber diplomatik, delegasi Turki dan Rusia mengadakan pertemuan selama tiga jam yang menekankan perlunya memastikan perdamaian dan membahas langkah-langkah untuk meningkatkan proses politik.
Para pihak memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan dalam beberapa pekan mendatang.
Wakil Menteri Luar Negeri Sedat Onal memimpin delegasi Turki, yang berasal dari Kementerian Pertahanan, Staf Umum dan Organisasi Intelijen Nasional.
Delegasi Rusia—diketuai oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Vershinin dan utusan khusus untuk Suriah Alexander Lavrentiev—terdiri dari perwakilan militer dan intelijen.
Pada Senin, serangan rezim Assad di Idlib menewaskan tujuh tentara Turki dan satu kontraktor sipil yang bekerja dengan militer Turki, dan melukai puluhan orang.
Sebagai pembalasan, Turki menyerang lebih dari 50 target dan menewaskan 76 tentara Suriah.
Idlib menjadi kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang saudara Suriah pada 2011.
September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun lebih dari 1.800 warga sipil di Suriah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia, mengesampingkan kesepakatan gencatan senjata 2018 dan kesepakatan serupa yang dimulai pada 12 Januari.
Lebih dari 1,7 juta warga Suriah bergerak ke perbatasan Turki karena serangan hebat selama setahun terakhir.
Turki menjadi negara dengan pengungsi terbanyak di dunia, menampung lebih dari 3,7 juta warga Suriah sejak perang saudara Suriah terjadi.
*ditulis oleh Davut Demircan