Maria Elisa Hospita
05 Oktober 2020•Update: 06 Oktober 2020
Cindi Cook
PARIS
Perancang busana legendaris Kenzo Takada meninggal di ibu kota Prancis pada Minggu akibat Covid-19.
Menurut juru bicaranya, desainer terkemuka asal Jepang itu menghembuskan napas terakhirnya di American Hospital di Neuilly-sur-Seine pada usia 81 tahun.
Kenzo lahir pada 1939 di Kota Himeji, Jepang, dan menempuh studi di Bunka Fashion College di Tokyo sebelum merantau ke Prancis dengan perahu pada usia 26 tahun.
Dia mendarat di kota pelabuhan Marseille, kemudian melakukan perjalanan ke utara ke Paris.
Kenzo membuka butik pertamanya di Paris pada 1970, meluncurkan koleksi pakaian wanita pada tahun yang sama, dan koleksi pakaian pria pada 1983.
Lima tahun kemudian, Kenzo merilis produk parfum pertamanya.
Dia menjadi desainer Jepang pertama yang berhasil mencapai ketenaran di tengah persaingan ketat pusat mode dunia.
Pada 1993, Kenzo menjual labelnya kepada konglomerat fashion mewah Grup LVMH. Dia pensiun pada 1999 dan sejak itu menghabiskan waktunya untuk proyek tunggal.
Desainer yang dikenal produktif dan ceria itu populer dengan desain cetakan bunga dan pola berani dalam karyanya yang diproduksi dalam bentuk pakaian, sepatu, hingga parfum.
Pada 2016, Kenzo menerima Legiun d'Honneur dari pemerintah Prancis, yang merupakan penghargaan tertinggi bagi warga negara atas pencapaian penting di berbagai bidang.