Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Juli 2020•Update: 09 Juli 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Dewan Keamanan PBB pada Rabu menolak rancangan resolusi Rusia yang berusaha memperpanjang bantuan lintas batas ke Suriah selama enam bulan melalui satu gerbang perbatasan.
Selain Rusia, usulan itu hanya mendapat dukungan dari China, Vietnam dan Afrika Selatan.
Sementara Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Belgia, Estonia dan Republik Dominika memberikan menentang rancangan resolusi, yang membutuhkan setidaknya sembilan suara dukungan.
Tunisia, Niger, Indonesia serta St. Vincent dan Grenadines memilih abstain.
Resolusi Rusia berusaha untuk memperpanjang mekanisme lintas batas selama enam bulan dan membatasi jumlah titik persimpangan hanya di Bab Al-Hawa.
Sebelumnya pada Selasa, Rusia dan China memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang pengiriman bantuan dari Turki ke Suriah.
Proses otorisasi dari resolusi yang telah berlaku sejak 2014 itu akan berakhir pada Jumat.
Resolusi tersebut dirancang oleh Jerman dan Belgia.
Di bawah resolusi yang ada saat ini, bantuan PBB dikirim dari Turki ke Suriah barat laut melalui penyeberangan perbatasan Bab al-Hawa dan Bab al-Salam.
Menurut PBB, 70 persen dari tiga juta penduduk Provinsi Idlib membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Moskow berpendapat bahwa penyeberangan Bab Al-Hawa bisa mencakup semua kebutuhan kemanusiaan penduduk di Idlib, sedangkan Bab Al-Salam hanya menyediakan 14 persen dari keseluruhan pengiriman bantuan.
Namun, para pejabat PBB telah berulang kali mengatakan bahwa dua penyeberangan dari Turki ke Suriah adalah jalur kehidupan bagi jutaan warga sipil yang tidak dapat dijangkau oleh PBB dengan cara lain.
Suriah telah terkurung dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak protes pro-demokrasi dengan kekerasan yang brutal.
Sejak itu, menurut PBB, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi.
*Betul Yuruk berkontribusi pada berita ini dari New York